Hey! Sebenernya gue gamau bilang juga sih, tapi sejujurnya blog ini gue bikin buat gue ngepost review film yg udah gue tonton di pelajaran sinematografi disekolah, mayanlah buat nambah - nambahin nilai hohoho (ketauan ye nilai gue pas pasan).
So, siang ini pulang sekolah gue abis nonton film 3 Idiots. Film bollywood. Ya, film bollywood pemirsa. Bukan, bukannya gue ketagihan bollywood sejak nonton Kuch Kuch Hota Hai di tipi mbak gue pas TK, tapi ini film yg disuruh sama Bu Zakia (re: guru sinematografi gue). Jujur (belom masuk reviewnya kok jadi masih boleh subjektif dong bu :9), gue agak pesimis gitu pas liat cover DVDnya (baca: ada cewe india dengan cengiran jatuh cinta dan eyeliner ketebelan ala india). Tapi diliat dari covernya aja, udah ketauan ini film mengocok perut (bukan karena puasa ya). Uh, pembukaannya kebanyakan bacot nih, haha mkay here it goes...
3 Idiots
(iye, dari covernya emang udah idiot)
Rancho, Farhan, dan Raju, 10 tahun yang lalu, adalah mahasiswa di ICE, sebuah universitas teknik ternama di India. Ditekan banyak pihak untuk sukses, mereka sendiri sebenarnya masih mencari tahu apakah arti "sukses" sebenarnya. Apakah menjadi insinyur teknik? Apakah mengikuti cita - cita orang tua? Jawabannya, ya bagi Viru Sahastrabudhhe (biasa dipanggil Virus. Public enemy. My enemy either. I warn you, si Virus ini bakal jadi amat sangat annoying sekali banget, so beware!) rektor universitas mereka. Seorang yang sangat keras, kolot, pokoknya tipe - tipe bokap-yg-maksa-lo-masuk-fkui-ato-gak-lo-dikawinin. Tapi bagi Rancho, seorang maba, jawaban dari pertanyaan tadi is a BIG no no. Menurut dia, arti dari sukses yg sebenarnya adalah berani memilih jalan yg kita inginkan sebenarnya, dan menikmatinya. Hal ini secara terang - terangan dijelaskan Rancho ke rektornya yg super-killer ini. Tentu saja Virus tidak terima dan langsung... membenci, apa yah, kata yg tepat sebenernya bukan membenci, pokoknya langsung sensi gitu sama si Rancho. Ga lupa ada Chatur yg pinter banget, tapi kayaknya terlalu kompetitif. Dia selalu berusaha caper sama Virus, dan gapernah bisa akur sama Rancho dkk. Dia tipe murid kerajinan yg suka ngingetin guru kalo ada pr, padahal temen - temen sekelas udah berharap gurunya lupa. Dan dimulailah kehidupan kuliah yg benar - benar, wah, wow banget pokoknya :D
Tapi, ga ada yg nyangka, setelah wisuda, Rancho menghilang gitu aja. Semua berusaha nyari tau tentang keberadaan Rancho, tapi hasilnya nihil. Lalu, 10 tahun kemudian, well, sekarang, dimulailah pencarian Farhan, Raju, dan Chatur untuk menemukan sahabat mereka, Rancho (kalo Chatur bukan sahabatnya sih, tapi ada suatu hal yg terjadi di masa kuliah yg bikin dia merasa ada "keperluan" sama Rancho), yg udah kaya ditelen bumi.
Film ini alurnya maju mundur, dengan sudut pandang orang ketiga. Farhan mem-flashback kenangannya ketika masa kuliah bersama Rancho.
Dimulai dengan masa OSPEK mahasiswa baru di ICE ketika Rancho dateng telat gitu aja terus seenak jidat malah ngeloyor ke kamar ketika senior marahin dia. Senior itu marah besar dan ngencingin pintu kamar Rancho. Tapi, Rancho dengan cerdik malah bikin suatu alat (maklum anak teknik) yg bikin senior itu kesetrum pas kencing didepan kamar Rancho. Disinilah kekaguman Farhan pada kecerdasan Rancho mulai muncul. Awalnya rasa itu hanya berupa respek, tapi ketika Viru S, sang rektor super duper killer 2010 memberikan sebuah pidato yg (harusnya) menyemangati muridnya untuk berprestasi malah berakhir dipermalukan oleh Rancho, Farhan langsung kagum segali pada Rancho.
Ternyata, Rancho adalah teman sekamar Farhan. Dan ditambah satu teman yg bernama Raju, lengkaplah 3 idiots. Farhan sendiri sebenarnya adalah seorang penggila fotografi, tapi karena tak mendapatkan restu dari ayahnya untuk menjadi fotografer hewan liar, Ia hanya mengikuti tradisi India yg mengatakan bahwa anak lelaki harus menjadi seorang insinyur, tanpa memiliki ketertarikan yg kuat dengan teknik sendiri. Raju, "ayahku hidup untuk melihatku menjadi insinyur", begitulah katanya. Seorang anak yg memiliki bakat, tetapi kecemasannya akan masa depan yg tidak secemerlang harapannya selalu menghantuinya dan menghambatnya berprestasi. Ditambah tekanan dari keluarganya yg tidak mampu. Ayahnya lumpuh dan ibunya hanya bekerja seadanya, sedangkan adiknya belum juga bisa menikah karena keluarganya tidak sanggup membayar emas kawin. Rancho sendiri adalah seseorang rebel, yet brilliant. Ga akan cukup mendeskripsikan Rancho, karena dia ga bisa digambarin, lo tonton aja filmnya and let's fall in love together with him ;)
Mereka bertiga selalu menjadi incaran Virus. Karena Rancho adalah tipe orang yg ceplas ceplos sama siapapun ga pandang bulu, dia dengan terang terangan bilang ke Virus kalo metode ngajarnya itu salah. Virus bukannya memberi semangat kepada para murid malah memberi tekanan yg membuat banyak murid stres, bahkan sampai bunuh diri (gue ga heran sih, kalo jadi muridnya Virus gue juga udah bunuh diri ngegetok kepala sendiri pake buku teknik yg tebelnya kaya alaihim itu dari kapan tau -_- ). Virus ngerasa terhina waktu Rancho ngungkapin pendapatnya tersebut. Menurut dia, Rancho sama aja bilang "ga becus ngajar lo vir!", so, mereka malah berantem beranteman lagi gitu loh. Tanpa diduga si Virus tuh selalu kalah "bacot" sama Rancho, karena eamng yg Rancho bilangin tuh bener. So, si Virus makin keki dong sama Rancho. Jadi dia tuh ngelakuin cara apapun buat ngejatohin 3 sekawan itu. Mulai dari ngaduin ke orang tua mereka tentang nilai Raju dan Farhan yg jelek, sampe saking sebelnya Virus, gara - gara taruhan bodohnya dengan Rancho membuat kumis kebanggaannya tercukur habis, mencoba mencurangi Raju dalam fiinal exam.
Mungkin emang takdir yg mempertemukan Rancho dengan perempuan cantik bernama Pia (atau Phia?). Dengan pedenya masuk ke random wedding demi mendapatkan makanan gratis, ends up in pernikahan kakanya Pia. And guess what, ternyata Pia anaknya Virus! Pertemuan Rancho dengan Phia berikutnya juga kebetulan sekali. Dan, uh, secara kebetulan juga Rancho berhasil membuat Phia memutuskan tunangannya. Phia sangat marah pada Rancho, tapi, ketika takdir membuat mereka berdua harus bersama sama membawa ayah Raju yg sakit parah ke rumah sakit (umm, fyi, mereka naik scooter BERTIGA. dan, umm,hanya mengingatkan, ayahnya Raju kan lumpuh tuh, jadi silahkan bayangkan sendiri gimana ceritanya vertiga di scooter sm orang lumpuh), Pia tak bisa menolak untuk jatuh cinta kepada Rancho karena hati emasnya (maap yak bahasanya lebay). Setelah itu dimulailah romansa ala India~
Cerita selanjutnya adalah tentang cinta, persahabatan, keluarga, cita - cita, pendidikan, dan hal hal inspiratif lainnya :) and twist ditengah tengahnya itu loh.. ouch! gue gamungkin beberin semua disini dong, nanti jadi spoiler hehe
Film ini keseluruhan sangat bagus, sangat mendidik serta inspiratif. Membuka pandangan kita tentang aturan bodoh yg sampai sekarang masih berlaku di dunia pendidikan. Sebenernya sih menurut gue yg bikin film ini menarik adalah kehebatan Aamir Khan meranin Rancho yg, aaaa keren banget pokoknya (*anggap bagian ini diluar review karena gue mau mengagung agungkan aamir khan dan itu dilarang sama bu zakia untuk ngebahas tentang kecintaan kita kepada aktor di review* dan omg ternyata aamir khan juga ganteng banget! gue kan langsung ngegoogling tentang dia, foto fotonya dan aaaah he's gorgeous! BUT, dia udah 45 taun meeeeen huhu seumur bokap gue). Film ini juga merekam pesona India dengan pemandangan alamnya yg luar biasa dengan apik.
Ets! tapi jangan lupa, gimanapun ini adalah film Bollywood, so, lo gabisa ngilangin adegan nari nari dan lagu dengan nada tinggi gitu aja. Tapi kalo menurut gue pribadi, justru itu malah kocak banget adegan nari narinya, secara narinya itu tuh sengaja dilebay lebayin, jadi gak norak. Nah, satu lagi ciri film bollywood, pasti ada aja adegan yg astagfirullah sedih banget, dan bikin kita netesin air mata. Tapi jangan lupa ya, demi penguasa bumi dan surga ini filom dewa abis kocaknya, bener bener nikin gue ketawa kaya mau beranak. Tapi, ada juga adegan dimana lo nangis sambil ketawa karena terharu, pokoknya kaya film film bollywood lainnya, emosi kita diacak acak banget deh!
Kalo ngomongin soal moral value di film ini, harus masuk ke paragraf baru soalnya bener - bener banyak hal yg menginspirasiin dari fillm ini. Mulai dari harga persahabatan, menggapai cita - cita yg lo mau, bukan yg orang tua lo mau, karena (quoted from Rancho) pengertian sukses itu bukan menjadi apa yg udah ada di mindset orang- menjadi insinyur atau dokter, tetapi mengikuti apa yg sebenarnya hati kita inginkan, karena percuma saja kalo lo jadi apa yg orang tua lo inginin kalo lo gasuka, lo cuma bakal nyeselin hal itu dipeti mati lo. Mungkin lo gak bisa jadi sekaya yg orangtua lo harepin, but success is not about wealth, it's about enjoying what you're doing, then you'll feel succes inside your heart.
Nah, pas banget kan ditonton buat kita - kita yg lagi kelas 3 nih, masa masa crucial buat milih jurusan kuliah. Ikutin kata mama (baca: masuk fk) atau passion lo yg sebenernya (baca:........ --> fill in the blank)
Nah, pas banget kan ditonton buat kita - kita yg lagi kelas 3 nih, masa masa crucial buat milih jurusan kuliah. Ikutin kata mama (baca: masuk fk) atau passion lo yg sebenernya (baca:........ --> fill in the blank)
Kalo kaya Rancho yg disebut 'idiot', gue akan selalu siap jadi idiot
Ah! The most important thang, ALL IS WELL~!
Rating? I'll go with 11 out of 10




Tidak ada komentar:
Posting Komentar